Minggu, 12 Desember 2010

Allah,,,aku perlu kekuatan

Ya Allahu Ya Aziz,
Aku hambamu yang lemah, 
Hati ini memerlukan kekuatan, 
Untuk menghadapi sisa-sisa hidup, 
Yang sukar dibatasi, 
Kerna kemodenan arus duniawi, 
Yang semakin hapus kearah ukhrawi. 

Ya Allahu Ya Malik, 
Pohon ku di dunia ini, 
Kuatkan semangat hambamu yang beriman, 
Dalam mengatur langkah di dunia ini, 
Agar mereka menjadi contoh, 
Teladan kepada setiap insan, 
Yang menghampiri kelalaian terhadapMu. 

Ya Allahu Ya Qahhar, 
Kuatkan hati setiap muslim didunia ini, 
Teguhkanlah iman mereka, 
Agar mereka terus menerus memujiMu, 
Izinkan mereka mendapat hidayahMu, 
Sebenar-benar hidayah. 
Penuhilah hati para muslim, 
Dengan limpahan hidayah mu yang agung, 
Agar mereka dapat memujiMu Ya Allah. 

Ya Allahu Ya Hafiz, 
Peliharalah hati kami ini, 
Agar tidak dilimpahi dengan maksiat, 
Peliharalah hati kami dari segala noda dunia, 
Limpahilah hati kami dengan iman, 
Peliharalah kami dari kesesatan dunia, 
Yang dipenuhi segala mara bahaya. 

Ya Allahu Ya Mujib, 
Kabulkanlah permintaan hambaMu ini, 
Agar kami semua dilimpahi nur iman Mu, 
Pimpinlah kami kejalan yang diredhaiMu.



Minggu, 14 November 2010

Enam Pertanyaan Imam Ghazali


1. Apakah yang paling dekat dengan diri kita di dunia?
2. Apakah yang paling jauh daripada diri kita di dunia?
3. Apakah yang paling besar di dunia?
4. Apakah yang paling berat di dunia?
5. Apakah yang paling ringan di dunia?
6. Apakah yang paling tajam di dunia?
Pada suatu hari Imam Ghazali berkumpul bersama-sama dengan murid-muridnya lalu beliau bertanya beberapa soalan:
PERTAMA :           Beliau bertanya apakah yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini? lalu muridnya menjawab : "Orang tua, guru, kawan dan sahabat". Imam Ghazali menjelaskan bahawa semua jawaban yang diberikan adalah benar tetapi jawapan yang paling tepat sekali bagi soal ini ialah “mati”. (Ali 'Imran :185).

KEDUA :    Beliau bertanya apakah yang paling jauh daripada diri kita di dunia ini? lalu muridnya menjawab :" negara China, bulan, matahari dan bintang". Lalu Imam Ghazali menegaskan bahawa semua jawaban yang diberi adalah betul tetapi yang paling betul ialah “masa lalu”. Walau dengan cara apapun, kita tidak akan dapat kembali ke masa lalu. Oleh sebab itu kita mesti menjaga hari ini dan hari mendatang dengan amalan soleh agar kita tidak sesal di kemudian hari nanti.

KETIGA :   Beliau bertanya tentang apakah yang paling besar di dunia ini? lalu muridnya menjawab: " Gunung, bumi, matahari". Lalu Imam Ghazali menjelaskan bahawa semua jawaban yang diberi adalah tepat tetapi yang paling tepat ialah “nafsu”. Maka kita mesti berhati-hati dengan nafsu kita, jangan sampai nafsu membawa kita ke neraka jahanam. (al-A'raf: 179)

KEEMPAT :           Beliau bertanya tentang apakah yang paling berat di dunia ini? lalu muridnya menjawab : "besi, gajah". Imam Ghazali mengatakan bahawa semua jawaban adalah benar tetapi yang paling benar ialah “menanggung amanah”. Segala tumbuhan, binatang, gunung, tidak sanggup memikul amanah tetapi manusia sanggup memikulnya ketika Allah meminta untuk memikul amanah khalifah di bumi. Banyak manusia yang rusak dan binasa karena tidak mampu memikul amanah dengan baik akibat kelalaian dan kurang adanya rasa tanggungjawab  mereka dalam menjalankan tugas yang telah diamanahkan.

KELIMA :    Beliau bertanya tentang apakah yang paling ringan di dunia ini? lalu muridnya menjawab :" Kapas, angin, debu dan awan". Imam Ghazali menyatakan bahawa semua jawaban yang diberi adalah benar tetapi yang paling benar ialah “meninggalkan sembahyang” karena manusia sering mempermudah dan meringankan sembahyang disebabkan terlalu mementingkan urusan dunia.
KEENAM :               Beliau bertanya tentang apakah yang paling tajam di dunia ini? lalu muridnya menjawab: ''Pedang". Imam Ghazali mengatakan bahwa jawaban itu adalah betul tetapi yang paling betul ialah “lidah manusia” di mana lidah manusia suka menyakiti dan melukai perasaan orang lain sehingga terjadinya pertengkaran serta perpecahan.


Jumat, 12 November 2010

30 memo buat para aktivis dakwah


Berdakwah adalah seni yang hanya mampu dilakoni dengan baik oleh para Da’i yang tulus, sebagaimana halnya seni dibangun oleh para Arsitek yang profesional dan seni kerajinan bagi para pengrajin yang terampil. Untuk itu, sudah semestinya para Da’i mengemban problematika dakwah dan piawai di dalam menyajikannya kepara para audiens (mad’u) karena mereka menempati posisi pewaris Rasulullah saw.
Oleh karena itu, para Da’i harus memperisai diri mereka dengan beberapa etika sehingga benar-benar menjadi para utusan yang membawa petunjuk dan lentera kebenaran serta kebaikan yang melaksanakan risalah sesuai dengan tuntunan Allah SWT.
Memo-memo ini sangat sederhana tetapi mencakup banyak hal bersifat ‘how to’ untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan  sebagai pengingat diri jika suatu saat seorang Da’i mulai melenceng dari fungsinya.

Memo buat aktivis dakwah itu ada 30 poin, yaitu sebagai berikut:
1.     Ikhlas dalam berdakwah
2.     Mendefinisikan tujuan
3.     Mengoleksi sifat para mujahid
4.     Mencari ilmu yang bermanfaat
5.     Tidak memiliki pola hidup serba sempurna (idealis)
6.     Tidak berputus asa dari rahmat Allah (SWT)
7.     Tidak menyebut nama bila menghujat individu
8.     Seorang da’i tidak boleh mentakziyah (merekomendasikan) diri sendiri di hadapan orang
9.     Tidak mengeluhkan merajalelanya keruskan dan para perusak
10.Tidak menambah-nambah apa yang sudah termuat di dalam kitabullah
11. Tidak berargumentasi dengan hadits hadits maudhu’ (palsu)
12.  Tidak boleh mencemarkan nama baik suatu instansi, lembaga,    organisasi dan kelompok.
13.   Seorang da’i harus mengukur sesuatu sesuai dengan proporsinya
14.  Bersikap lemah lembut dalam berbicara dan welas asih dalam menasehati
15  Berinteraksi dengan manusia secara baik dan menghargai kedudukan mereka.
16.  Mempublikasikan dakwah untuk suatu maslahat
17. Concern terhadap diskursus-diskursus kontemporer dan wacana yang berkembang
18. Mengkondisikan pembicaraan sesuai tingkat pemahaman umat
19.Tidak membeberkan aib seseorang di hadapan umum
20  Menjadi panutan (Qudwah) mulai dari dirinya sendiri
21  Wala’ dan bara’ seorang da’i terhadap seseorang harus bersifat nisby (relatif)
22.  Mengambil simpati manusia
23.   Seorang da’i harus familiar
24.  Perlunya berdakwah secara bertahap
25.  Memposisikan orang sesuai dengan posisinya
26.  Mengintrospeksi diri sembari berdo’a secara sungguh sungguh kepada Allah SWT
27.Ibadah seorang da’i harus lebih ekstra
28.Berzuhud di dunia dan mempersiapkan bekal di akhirat
29.Berpenampilan menarik
30.Intens terhadap permasalahan wanita



Kamis, 11 November 2010

DAN KUMBANG TERPILIH MENYUNTINGMU

Cahaya cinta yang diberkati
Dibalut karunia dan ridha Ilahi
Inilah hari yang dinanti
Ketika madu suci temukan kumbang sejati
Menjaga dan memiliki wangimu dengan namaNya

Tibalah waktu yang ditunggu-tunggu itu!             
Wahai putriku terkasih, telah datang seorang pemuda
berhati jernih ke hadapanku. Matanya yang jujur dan lisannya
yang santun telah memikatku untuk bertanya padanya.
"Apa yang kau inginkan dari putriku, wahai pemuda?"
Dan ketika dijawabnya bahwa ia inginkan engkau sebagai pendamping
hidupnya untuk bersama-sama mengabdi padaNya, aku bisa
tersenyum lega. Dan saat disampaikannya asa untuk memiliki
para generasi rabbani serta pejuang-pejuang mungil yang
akan lahir dari rahim sucimu, aku telah menangis bahagia di
dalam hati.
Sungguh, setelah perjuangan beratmu untuk tetap
bertahan di tengah padang yang penuh dengan ilalang liar
telah usai, maka sudah waktunya seekor kumbang yang
terpilih datang untuk menyuntingmu. Dengan pesona
wangimu yang suci, serta keanggunan dan kehormatanmu
yang terus kau jaga tanpa cela, telah menempatkan sosokmu
pada posisi wanita yang layak untuk dipilih. Namun satu hal
yang perlu kau ingat adalah, bahwa setelah mekarnya kuntum
milikmu itu, maka perjuangan belumlah usai. Pernikahan
adalah sebuah titik balik di mana medan perjuangan sudah
berubah. Kau bukan seorang gadis lagi. Tanggung jawab,
Sebab Mekarmu Hanya Sekali | Surat Cinta Untuk Putri Tercinta

atensi serta wilayah perjuanganmu telah bertambah, kau
harus mulai memikirkan keluargamu, anak-anakmu, serta
suami. Maka, pesanku padamu, tetaplah kau jaga semerbak
wangi yang telah kau jaga selama ini.
Akhirnya, semoga Allah Subhaanahu wa ta'ala
senantiasa merahmati dan memberkahi pernikahanmu,
keluargamu serta seluruh keturunanmu kelak di kemudian
hari, sehingga pada waktunya nanti mereka juga akan tetap
mampu menjalani kehidupan di waktu dan jamannya masingmasing
sesuai dengan jalan Allah Subhaanahu wa ta'ala yang
telah ditentukan. Amin ya rabbal alamiin.
Alhamdulillahi rabbil ‘alamiin